Peristiwa mengenaskan kembali mencoreng citra rumah sakit di Tanah Air, seorang anak meninggal dunia setelah tidak bisa menjalani pengobatan lantaran ruang ICU RS Harapan Kita tempatnya berobat digunakan syuting sinetron. Anak itu menderita leukimia, namanya Ayu Tria Desiani, ia meninggal karena terlambat menjalani kemoterapi di RS Harapan Kita (Harkit) Jakarta.

Dengan adanya proses syuting sinetron yang dilaksanakan di sekitar ruangan perawatan intensif sebuah rumah sakit menyebabkan ketidaknyamanan dalam proses kegiatan rumah sakit, mengganggu kententraman dan meresahkan keluarga pasien.

Kisah ini bermula saat pembuluh darah Ayu Tria Desiani pecah sehingga pukul 18.30 kemarin, Ayu harus dilarikan ke UGD RS Harapan Kita.  Masih Rabu malam, Pukul 20.00 Ayu di masukkan ke ICU. Di lokasi yang seharusnya dijadikan tempat perawatan insentif, berubah menjadi lokasi syuting. “Jarak tempat tidur Ayu dengan lokasi syuting ada empat bayi. Kru Production House (PH) bebas keluar masuk ruangan, yang seharusnya steril,” tulis Kurniawan, ayah Ayu melalui pesan singkatnya kepada Sindonews.com, Kamis (27/12/2012).

“Pukul 02.00, Ayu koma. Perawat berusaha menyelamatkan Ayu dengan memompa jantung Ayu yang berhenti. Pukul 02.30, Ayu dinyatakan meninggal dunia. Sekitar pukul 04.00, saya keluar RS Harapan Kita, dan melihat peralatan syuting masih berada di RS Harapan Kita dan beberapa kru tampak tertidur di ruang tunggu,” katanya melalui pesan singkat.

Ayu tidak bisa menjalani kemoterapi lantaran ruang ICU rumah sakit tersebut sedang digunakan syuting film Love in Paris. Peralatan PH memenuhi ruangan UGD, kasir, ruang rawat dan ICU. Sehingga, keluarga pasien terhalang masuk dan terpaksa harus menggunakan pintu samping jika ingin masuk ke ruangan tersebut. Masih diakui Kurniawan melalui pesan singkatnya, pihak keluarga pasien tidak diberitahu ada syuting.

“Artis yang ada saat itu Mathias Muchus, Surya Saputra, Ira Wibowo dan sejumlah artis lainnya,” tulis Kurniawan.

“Betul kejadiannya semalam, itu ruangannya dipakai syuting film sampai pukul 02.00 Wib jadi korban tidak bisa berobat kemoterapi,” ujar seorang perwakilan Manajemen KBR 68H, Tedi Wibisana, kepada Okezone, Kamis (27/12/2012).

Tedi menjelaskan, korban memang rutin menjalani kemoterapi karena mengidap penyakit leukimia selama tiga tahun terakhir. Yang bersangkutan datang berobat rutin, karena sudah cukup parah sehingga harus dibawa ke ruang ICU.

“Tapi pas sudah dibawa kita sudah sampai, kok malah ruangannya dipakai syuting. Ini yang sebenarnya amat kami sesalkan. Kok sampai bisa begitu,” keluhnya.

Saat ini korban telah dibawa ke pemakaman TPU Prumpung, Jakarta Timur, setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Pisangan Baru, Gang Masjid, Jatinegara, Jakarta Timur. Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak RS Harapan Kita.

 

Kita berharap ini yang terakhir dan semoga tidak ada ayu – ayu lain diluar sana yang menderita sama seperti alm. Ayu Tria Desiani, masyarakat kecil yang menjadi korban ketidaknyamanan dari pelayanan sebuah Rumah Sakit besar dan ternama.