PONTIANAK – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalbar berupaya mendongkrak kualitas koperasi. Caranya, memberikan pelatihan kepada pengurus koperasi di Kalbar.

“Nantinya, hasil dari pelatihan tersebut, bagaimana pembina koperasi dapat menilai mana koperasi yang baik atau sehat atau tidak sehat,” kata Drs Hamdan Harun MSi, Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kalbar, Rabu (23/3).

Dikatakannya, pelatihan pembina koperasi melibatkan praktisi dari perguruan tinggi, bidang sumber daya manusia dari Kementerian Koperasi, Lembaga Diklat Profesi dan tenaga pelatih dari Bank Pembangunan Kalbar.

“Pembina koperasi ini nantinya bisa merekomendasikan, apakah koperasi itu baik atau tidak. Kemudian mereka bisa membina lagi, khususnya koperasi di kabupaten/kota,” ungkap Hamdan.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kalbar ini mengatakan, Balai Pelatihan Koperasi dan UKM, juga melakukan beberapa pelatihan untuk koperasi-koperasi di Kalbar. Di antaranya pelatihan bagi manager, pengawas koperasi, pelatihan akuntansi koperasi, pelatihan studi kelayakan koperasi, pelatihan simpan pinjam koperasi dan pelatihan teknologi informasi.

Untuk pelatihan bagi manajer dan pengawas koperasi, Balai Pelatihan Koperasi dan UKM mengambil pelatih dari perguruan tinggi, praktisi dan kalangan perbankan.

Sedangkan pelatihan akuntansi koperasi, lebih fokus kepada perbankan. Karena lebih mengetahui bagaimana membuat proposal usaha untuk koperasi atau link-link ke sumber dana untuk koperasi.

Sedangkan pelatihan mengenai teknologi informasi koperasi, Balai Pelatihan Koperasi dan UKM bekerja sama dengan programmer di Politeknik Negeri Pontianak. Pelatihan ini bertujuan bagaimana menghadapi globalisasi, promosi koperasi melalui internet, koneksi dengan koperasi lainnya di luar Kalimantan melalui internet atau email. Selain itu, membuat website khusus untuk koperasi dan lain sebagainya.

“Misalnya Koperasi Tenun Ikat di Sintang, setelah mendapat pelatihan mengenai teknologi informasi, bisa mengenalkan tenun ikat lewat website yang mereka buat,” paparnya. Untuk pembina atau pelatih di Dinas Koperasi dan UMKM Kalbar, diikuti sebanyak 10 pengurus koperasi. ”Koperasi yang mengutus pengurusnya sebanyak 3900-an koperasi,” ujar Handan.

Sumber : Koperasi dan UKM Pontianak