Tidak sedikit koperasi unit desa (KUD) di Jawa Timur yang eksis bahkan mampu menghimpun pendapatan cukup besar sekaligus memberikan layanan kepada anggota yang umumnya para petani. Sebagai contoh KUD Argopuro yang berlokasi di Krucil, Kab. Probolinggo, yang bergerak di bidang budidaya sapi perah merupakan usaha inti.


KUD tersebut selama 18 tahun telah berperan menyerap susu segar dari para petani peternak dan menyetorkannya ke PT Nestle Indonesia.  yang dijalankan KUD Argopuro, selain beberapa jenis usaha lain sebagai penunjang seperti simpan pinjam, penjualan sembako dan pabrik mini pakan ternak.Sebagai pemasok susu segar ke Nestle, KUD Argopuro pernah meraih juara II sapi perah yang diadakan industri pngolah susu (IPS) berskala internasional itu.

Volume pasokan susu segar yang direalisasikan KUD Argopuro pada 2009 sebanyak 22.100 liter per hari, dan tahun ini diupayakan dapat meningkat lagi melalui tambahan pemberian pakan konsentrat dan hijauan kepada sapi perah milik petani peternak.

Ketua KUD Argopuro, Supriadi, mengatakan bahwa bisnis susu segar cukup menguntungkan koperasi tersebut sekaligus anggotanya, sementara peluang meningkatkan volume pasokan susu segar ke Nestle terbuka lebar. Hal itu disebabkan Nestle baru saja meningkatkan kapasitas pabrik di Kejayan, Kab. Pasuruan.

“Kebutuhan Nestle atas bahan baku susu segar mencapai 1 juta liter/hari dan pasokan ke perusahaan itu baru 625.000 liter/hari per 31 Maret tahun ini. Maka KUD memiliki peluang untuk menambah volume pasokan,” tuturnya, belum lama ini.

Supriadi menambahkan susu segar produksi KUD Argopuro memperoleh harga Rp3.149/liter di tingkat peternak, dan margin koperasi tersebut Rp421/liter.  Sedangkan susu segar yang dipasok ke Nestle setiap hari sebanyak 22.100 liter yang diangkut 5 truk menuju Kejayan yang berjarak 110 km dari Krucil.

Susu segar sebanyak itu diperah dari 2.117 ekor sapi perah [yang mengalami laktasi] dari total sapi 3.719 ekor milik 1.879 anggota. Untuk menampung susu segar dari anggota dibangun sejumlah pos penampungan dan 6 cooling unit.

Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kab. Probolinggo, di kabupaten tersebut ada 34 KUD. Tetapi yang bergerakdi bidang usaha sapi perah hanya KUD Argopuro. KUD tersebut berdiri pada 1992 dengan volume pasokan perdana ke Nestle sebanyak 400 liter per hari.

Supriadi menyebutkan KUD Argopuro pada 2009 membukukan total pendapatan Rp37,8 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) Rp225 juta. “Ditargetkan pendapatan tahun ini bisa naik 24%,dengan meningkatkan volume pasokan susu segar 22.500 liter/hari” paparnya.

Produksi Pakan
Salah satu upaya meningkatkan pendapatan adalah dengan memberikan pakan lebih banyak kepada sapi perah. Untuk itu, KUD Argopuro juga mengoperasikan pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi perah, sebagai penyeimbang pakan hijauan. Lokasi pabrik bersebelahan dengan kantor KUD tersebut. Dinas Koperasi & UKM Kab. Probolinggo memberikan pinjaman lunak Rp300 juta untuk modal kerja.

Menurut Supriadi, kapasitas pabrik pakan konsentrat mencapai 650 ton per bulan, yang dijual kepada petani dengan harga subsidi Rp1.415 per kg. Sementara biaya produksinya Rp1.800/kg. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memacu petani peternak meningkatkan volume produksi susu segar.

“Untuk memproduksi 1 liter susu segar, sapi perah membutuhkan pakan konsentrat 0,6 kg,” tuturnya.Sementara tingkat produksi susu segar KUG Argopuro saat sekarang rata-rata 11 liter per ekor sapi. Melalui pemberian pakan berimbang, produksi susu segar diupayakan naik lagi guna mencapai tujuan peningkatan volume usaha, sehingga KUD Argopuro dapat terus berperan mengembangkan ekonomi para petani peternak.