Pengembang properti yang tengah dalam proses penawaran saham perdana, PT Metropolitan Land Tbk, berniat menambah utangnya pada tahun ini senilai Rp65 miliar untuk pembangunan akses jalan tol Puri.
Direktur Utama Metropolitan Land (Metland) Nanda Widya mengatakan proyek yang dinamakan STA 11 ini akan digarap bersama dua pengembang properti lainnya dengan nilai total proyek sekitar Rp200 miliar-Rp250 miliar. Metland, tuturnya memiliki 26% dari proyek tersebut.
“Kami konsorsium dengan dua developer lain, di antaranya Grup Agung Sedayu. Ditargetkan akan dimulai pembangunan pada semester II tahun ini dengan waktu pengerjaan sekitar 1,5 tahun,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Nanda menjelaskan dana untuk pembangunan akses jalan tol sepanjang 11 km tersebut akan didapatkan dari sindikasi perbankan yang akan dilakukan oleh anak usaha perseroan Metropolitan Karyadeka Development (MKD). Adapun bank yang akan diajak bekerja sama, yakni PT Bank Mandiri Tbk.
Seperti diketahui, saat ini perseroan tengah dalam proses penawaran umum saham perdana (.initial public offering/ IPO) dan berencana melepas 127 miliar saham atau sekitar 30% dari total saham perseroan dengan harga Rp240-Rp300/lembar.
Dengan asumsi harga maksimal sahamperdana sebesar Rp300/ lembar, perseroan berpotensi untuk meraup perolehan dana IPO sekitar Rp567 miliar, karena sebanyak 378,97 juta saham yang dilepas merupakan divestasi dari Netstar Holdings Limited.
Hingga 31 Desember 2010, perseroan tercatat memiliki utang bank sebesar Rpl93,12 miliar kepada Mandiri. Dengan ekuitas sebesar Rp75cJ,l miliar, maka rasio utang terhadap ekuitas (debt equity nario/DER) perseroan adalah 25,4%.
Dengan rencana perseroan menambah utang sekitar Rp65 miliar pada tahun ini, jumlah utang perseroan akan menjadi Rp258,15 miliar. Adapun ekuitas perseroan dengan adanya IPO pada Mei mendatang, diprediksi bertambah menjadi Rp 1,32 triliun.
Dengan demikian DER perseroan akan menyusut menjadi sekitar 19,55%. Menurut Nanda, angka tersebut masih terbilang kecil sehingga perseroan masih memiliki peluang yang besar untuk berutang kepada pihak lain.
Analis PT Danareksa Sekuritas Yuga Nur Wijanarko mengatakan angka DER Metland saat ini yang stebesar 25,4%, memberikan nilai lebih bagi perseroan untuk menarik pemodal. Pasalnya, dengan angka DER yang terbilang rendah maka investasi terhadap perseroan relatif aman dan tidak berisiko.
“Rata-rata angka DER emiten properti adalah sekitar 70%. Angka terendah yang saya tahu adalah 35%, yakni Bukit Sentul,” tuturnya, aei

Sumber : http://www.bataviase.co.id