Patricia T J Simatupang

1EB11

25210326

BISNIS

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian”. Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

 

Di bawah ini ada beberapa pandangan bisnis dari beberapa pakar ahli kita;

~ Mahmud Machfoedz
Definisi adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan meproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan cara memadukan 4 macam sumber daya, yaitu;
• Sumber daya materi
• Sumber daya manusia
• Sumber daya keuangan
• Sumber daya informasi

~ Brown dan Petrello ( 1976 )
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people”
Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat maka bisnis pun meningkat atau berkembang
memenuhi kebutuhan tersebut dan bersamaan dengan itu pebisnis akan memperoleh
laba.

~ Steinford ( 1979 )
“Business is all those activities involved in providing the goods and service needed or
desired by people”
bisnis adalah aktivitas yang menyediakan barang atau jasa yang diinginkan oleh
konsumen.
Bisnis dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum,
perusahaan yang memiliki badan usaha , maupun perorangan yang tidak memiliki
badan hukum atau badan usaha seperti contohnya; pedagang kaki lima, warung, dan
sebagainya.

 

 

~ Griffin dan Ebert ( 1996 )
“Business is an organization that provides goods or service in order toearn provit”
Bisnis adalah aktivitas melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk
menghasilkan profit ( laba ).
Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba jika total penerimaan sutau periode (
total revenues ) lebih besar dari total biaya ( total costs ) pada periode yang sama.
Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis. Melalui laba,
pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang
lebih besar.

~ Hughes dan Kapoor
“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the
goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all
such efforts within a society or within an industry”
Bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan
menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat dan ada dalam industri.

~ Allan Afuah ( 2004 )
Bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan
cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang
atau jasa yang diinginkan konsumen.

~ Glos, Steade, dan Lowry ( 1996 )
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisasi oleh orang – orang yang
berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan
jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup
mereka.

~ Musselman dan Jackson ( 1992 )
Bisnis merupakan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis
masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.

Dari berbagai definisi dapat disimpulkan bahwa Bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tujuan bisnis adalah menghasilkan profit ( laba ) yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.

 

Berbagai manfaat bisnis untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan orang lain, dapat kita temukan melalui uraian dibawah ini ;

1. Pribadi
Dari bisnis yang kita jalankan, kita bisa mendapatkan berbagai keuntungan terutama untuk diri kita sendiri, contohnya;

a. Latihan kemandirian diri
Mandiri itu perlu, tidak selamanya kita berada di posisi yang sama,dengan kehadiran orang – orang disekitar yang selalu siap membantu kita.
Bisnis pribadi membantu kita lebih mengenal dunia luar lebih luas lagi, kita akan mengerti betapa susahnya mencari uang. Dengan begitu kita akan lebih bisa menghargai uang dan jerih payah orang lain dalam mendapatkannya. Dan yang lebih penting lagi, bisnis pribadi dapat melatih kita dalam menghadapi tantangan bisnis sendiri dan menjadikan kita berpikiran dewasa dalam menyelsaikan permasalahan itu. Seiring berjalannya waktu, kemandirian kita akan semakin terbentuk.

b. Bersosialisasi dengan dunia kerja
Sosialisai dengan dunia kerja adalah hal yang penting, selain kecerdasan kognitif ( akademis ), kecerdasan emosional juga wajib dimiliki. Tanpa itu, orang yang memasuki dunia kerja riskan akan stress, frustasi, tertekan, dan sebagainya. Jika kita sudah terbiasa dengan dunia kerja maka kita akan menjadi pemenang dalam persaingan dunia kerja. Saat kita lulus dari tembok sekolah, kita sudah memiliki pegangan dan tujuan pasti apa yang akan kita lakukan dalam hari – hari selanjutnya.
Jika kita memilih jalur untuk bekerja dengan orang lain , kita juga sudah memiliki link menuju tempat kerja yang dicita –citakan. Jadi, setelah lulus sekolah tidak perlu kelabakan mencari pekerjaan apalagi menjadi pengangguran.

c. Lebih banyak beramal
Jika bisnis berjalan otomatis ada pemasukan ( terkecuali bagi yang menderita rugi ). Pemasukan yang kita terima sebaiknya tidak kita habiskan hanya untuk keperluan pribadi kita saja, kita harus ingat bahwa segala semua rezeki yang kita dapat adalah berkat karunia dari Tuhan yang memberikan kita rezeki. Rezeki yang kita dapat hanyalah titipan. Maka dari itu berbagilah dengan orang – orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita.
Dengan memperbanyak beramal, Tuhan yang memberikan rezeki kita juga akan mebukakan pintu – pintu rezeki bagi kita

d. Populer
Semakin banyak kita dan produk kita dikenal banyak orang akan semakin menguntungkan bagi bisnis kit. Bukan hanya untuk karir kita, melainkan juga untuk memperluas pergaulan kita,.

e. Learning by Doing
Kalau kita mau menjadi pebisnis sukses, jalan yang harus kita tempuh adalah menjalankan bisnis.
Jadikanlah dunia ini sebagai laboratorium paling komplit dan paling mendidik bagi kita.

2. Keluarga
Dengan menjalankan bisnis, kamu tidak hanya bisa meraup untung sendiri tetapi hasil yang kamu dapatkan bisa digunakan untuk membantu perekonomian keluarga.
Banyak kisah inspiratif dari pebisnis terkenal yang justru berasal dari kalangan ekonomi sulit. Dengan jerih payahnya, keluarga yang dipandang sebelah mata karena status ekonominya yang rendah, menjadi terangkat dan keluar dari garis kemiskinan

3. Kelompok
Bisnis yang kita jalankan juga berguna bagi kepentingan kelompok, sebagai contoh ; bila ada rencana kegiatan kita bisa membantu dari segi pendanaan untuk membantu kegiatan tersebut.
Bila kita terlibat dalam pengurus kopsis di sekolah, kita juga dapat menjalin kerjasama dengan kopsis tersebut untuk menunjang kesuksesan bisnis kita. Sementara itu, kita juga dapat menyumbangkan sesuatu untuk kemajuan koperasi siswa tersebut.

Bentuk dasar kepemilikan bisnis

Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:

  • Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Klasifikasi

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
About these ads